kakak ipar ku

Gubraaaakk..!!!
Bunyi pintu dibanting mengagetkan kami (aku dan istriku yang sedang bertempur) di sore yang tenang .
“Huuh…ganggu orang aja…”! kataku kesal.
“Paling si Dita pah…!” sahut istriku sambil memakai daster.
Jadi loyo deh si junior….runtukku dalam hati. Untung mertuaku lagi keluar kota jenguk sodaranya yang lagi sakit.

“Ok Mbak..asal mas Rudi nya ga keberatan aja!” sahut Dita sambil menggerling nakal ke arahku. Ga janji yah Dit…batinku.
Besoknya aku izin gak masuk kerja alesannya mau nganter istriku ke Cipanas. Pulangnya dijalan tol HP ku bunyi, kulihat dari Dita.
“Hallo…dimana mas?”Tanya Dita
“Masih di tol Jagorawi arah pulang baru nyampe Cibubur, knapa?” tanyaku.
“Ntar mampir ke kantorku mas, aku juga izin kerja setengah hari alesannya mau anter mama ke Bogor.” Sahut Dita diujung sana.
“OK non…tunggu 1 jam lagi ya..bye!”kataku sambil kututup telepon. Trus kupacu mobilku ke kantor Dita di Rawamangun. Satu jam kemudian nyampe kantornya ternyata Dita dah nunggu dilobby.
“Berangkaaat….”kata Dita. Aku masih diem sambil mikir…
“Mau anter mama? Kan mama tadi bareng aku berangkatnya?”tanyaku heran.
“Hihihihi….kaget yah?Dita kan pengen facial lagi mas!”jawab Dita.
“Kalo alesannya nganter mama khan sama boss langsung diizinin, masa alesannya mau facial?”kata Dita. Pinter juga ni anak..pikirku.
“Mau dimana nih?”tanyaku
“Di rumah aja mas,kan jam segini Bik Surti dah pulang…lagian kalo dirumah kan bisa santai,”cerocosnya.
Sepanjang jalan aku hanya bisa ngelirik Dita yang hari ini pake blazer dan daleman berleher rendah plus rok span selutut. Sexy banget..batinku. Kontol langsung ngaceng abiis.
“knapa mas ngelirik terus?xixixi …ada yang bangun tuh!” kata Dita sabil cekikikan.

Sampe rumah aku langsung mandi ganti baju trus makan. Dita langsung bergabung dimeja makan. Yang bikin aku ga konsen makan liat Dita pake daster hitam kontras sama kulitnya yang putih, no bra, no CD…glek bikin jakun turun naek. Beres makan aku ke ruang tengah nyalain tv, sedang DIta ke dapur beres-beres. Gak lama dia muncul trus duduk sebelahku. Di tangannya bawa peralatan perawatan kecantikan.
“Ayo mas kita mulai?”ajak Dita.
“Gimana caranya Dit?”bingung.
“Sekarang mas Rudi ngocok trus pas mau keluar arahin ke mukaku!”kata Dita.
“Di sini?trus?” tanyaku kayak orang bloon.
“Udah deh cepetan..,”katanya ga sabar
“Tapi…..” kataku ragu-ragu.
“Nih buat rangsangan, tapi jangan dipegang kayak tempo hari!”kata Dita sambil nurunin tali daster sebelah kanan. Toket putihnya langsung nyembul dengan puting mancung warna pink. Dengan semangat 45 langsung kubuka celanaku. Si junior langsung on fire. Kukocok perlahan sambil mataku gak lepas dari toket Dita. Irama kocokkan makin lama makin cepat, dan sekitar 15 menit masih belum ada tanda-tanda mau keluar.
“Knapa mas?, kok lama sih?”Tanya Dita.
“Gak tau Dit….butuh rangsangan lebih kali,”jawabku sekenanya. Dita beringsut mendekatiku. Tanganya langsung meraih kontolku. Aakkh rasanya kayak disetrum. Mataku langsung merem nikmatin kocokan Dita yang ternyata udah lihai.
“Enak mas?” tanyanya sambil ngegelitik pelerku
“Aaakhhh…enaak Dit…kamu lihai bangeeeetth..”desahku.
“Slruuup..hhmm…Dita langsung mengulum kontolku. Tanganku gak mau kalah langsung ngeremas-remas susunya yang terbuka. Nafas kami mulai memburu tanda rangsangan meningkat. Kuakui Dita lihai memainkan lidahnya di titik sensitif. Entah siapa yang mulai ternyata kami sudah bugil. Kepalang tanggung deh, kutarik kontolku dari mulut Dita. Kami berciuman saling mengait lidah. Ciumanku turun ke leher dan belakang telinga lalu ke toketnya. Kumainkan putingnya susu Dita kiri dan kanan. “aakkh..aaakhh…mas..”Desahan nikmat keluar dari mulut Dita.
Akhirnya ciumanku sampe ke memeknya. Langsung kulahap habis klitorisnya. Dita makin kelojotan. Tak henti-henti erangan dan desahan keluar dari mulutnya.
“Ooh…aakkh…maaaassh…aww..”eranganya yang bikin aku makin semangat. Gak lama kemudian Dita teriak-teriak sambil pahanya ngejepit kepalaku dan tangannya ngejambak kepalaku.
“aaakhh…aaakkh..akuuuu nyampeeee massss…” teriaknya orgasme sambil kelojotan kayak lele kesetrum. Kuhisap habis cairan yang keluar dari memeknya. Setelah itu kuangkat kepalaku kulihat Dita merem sambil ngegigit bibir.
“Gimana Dit..enak ga?kamu belom pernah diisep kayak tadi yah?”tanyaku. Dita ngga ngejawab hanya menggelengkan kepalanya.
“Aku masukin yah Dit..memek kamu dah pernah dimasukkin sama Bobby kan?” tanyaku. Dita hanya mengangguk lemah.
“Pelan-pelan yah mas….kontol mas Rudi gede banget soalnya.” Lanjutnya.
Kulebarkan pahanya…pelan-pelan kuarahkan kontolku ke memeknya. Baru masuk setengahnya kubiarkan dulu sambil ku kenyot puting susunya. Bless langsung kutancap seluruhnya..aaakhh maass….Pelan..pelaaaan..” teriak Dita. Luar biasa cengkraman memek Dita. Kontolku serasa diremas-remas didalem. Semakin Dita menggoyangkan pinggulnya semakin keras remasan yang kurasakan. Dengan ayunan konstan kupompa kontolku. Desahan dan erangan keluar dari mulut kami berdua. Bunyi gesekan kelamin dan beradunya paha membuat suasan ruangan semakin hot. Slep..sleep..plok..plok..
“Maaas….nikmat aaaakkhh aku nyampe lagiiiiii….”teriak Dita orgasme yang kedua kali. Terasa memeknya memilin-milin kontolku. Kudiamkan beberapa saat sampe Dita tenang. Kucabut kontolku kuminta Dita untuk nungging. Doggy style gaya favoritku. Pantat Dita yang putih dan semok langsung kuciumi, kujilat sampe ke lobang anusnya.
“Aaakkhh…maaaas….aaaakkh…geliiii..aduuuuh maaass…masuuukiiin maaassshh..”desahnya.
Kumasukkan kontolku ke memeknya. Luar biasa sensansinya…pantat bulet, putih semok serasa memeknya ngejepit dan ngeremes kontolku. Kupacu cepat kontolku. Bunyi pantat yang beradu dengan pahaku dan desahannya silih berganti.
“Plak..plak..plok..plok….aaaahh…ahhh…aaahh…Ditaaa. .memeek kamuuuhh mantaaaap…”ceracauku
“aahh…ooohhh…akkhh…maaaas kontol kamu enak banget..”desah Dita.
“Maaaas…akkkuuuu maauuu nyampeee lagiiii….ahhhh…aahhhh…”teriak Dita
“Maas jugaa mau keluaaar Dit….”kataku
“Maaas jangaaann…lupaa..”katanya sambil menahan desahan. Aku seperti diingatkan agar nyemprotin mani ku dimukanya Dita.
“maaaass….aku nyampeee…aaaakkkkhhh…nikmaaaat..”teriak Dita sambil ambruk telungkup. Otomatis kontolku terlepas dari memeknya. Kubalikkan tubuh Dita. Kudekatkan kontolku kemukanya sambil kukocok cepat. Dita hanya bisa merem kelelahan dengan nafas masih ngos-ngosan.
“aaakkkhh…Diiiiit..crooot…crooot…croot…crooot..”te mbakan maniku kena wajahnya. Gilaaa sexy banget nih cewek…kataku dalem hati. Aku langsung ambruk terlentang dikarpet. Kulihat Dita meratakan maniku keseluruh wajahnya.
“Diiit…maaf yah, kita jadi keterusan ML gini..”kataku. Ada perasaan bersalah kepada Maya istriku.
“Kamu jahat maass…,bikin aku lemes nikmat gini..”kata Dita pelan.
“Kamu gak apa-apa kan Dit?”tanyaku.
“Ga apa-apa mas, lagian nikmat banget mas…Ntar malem lagi yaa mass…!”jawab Dita.
“Tapi Maya gimana?”tanyaku takut
“Nyantai maas…ntar biar Dita yang ngomong ke Mbak Maya…”jawab Dita.
Ooh indahnya….aku gak bisa ngebayangin reaksi Maya jika tahu aku dah ngentot adik kandungnya. Gimana entar aja lah…kataku dalem hati.
Akhirnya malemnya kami bermain lagi sampe subuh. 2 kali aku nyemprot mani. Yang pertama ke mukanya yang terakhir aku semprotin di dalem memek Dita. Untungnya bukan pas masa suburnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s